by

Miris Menyaksikan Banyaknya Penolakan Jenazah Korban Covid-19, Ahmad Fikri Minta MUI Kampar Segera Bersikap

IHWAL.CO, Bangkinang – Pandemi Covid-19 tidak hanya menguras dan melelahkan pikiran, tetapi juga memeras perasaan banyak orang. Adanya isu-isu pengucilan warga berstatus ODP dan keluarga PDP, hingga penolakan jenazah korban Covid-19, membuat hati tokoh masyarakat Kampar, Ahmad Fikri terenyuh.

“Miris sekali,” kata Ketua DPD. Partai Golkar Kampar ini kepada www.ihwal.co, (16/4) di kediamannya, “pemberitaan mengenai adanya penolakan jenazah itu membuat kita semua terenyuh.”

Ahmad Fikri menjelaskan, republik ini masih berdiri karena adanya praktik sila kelima Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab, dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.

“Kenapa dalan situasi wabah ini rasa kemanusiaan orang-orang yang menolak pemakaman jenazah korban Covid-19 itu hilang? Ke mana adab mereka? Kita tidak adil membiarkan hal itu terus terjadi,” geram Ahmad Fikri.

Ahmad Fikri menegaskan hal ini jangan sampai terjadi di Kabupaten Kampar sembari berharap tidak ada lagi warga Kampar yang terpapar Covid-19 dan tidak seorang pun warga Kampar meninggal dunia karena virus corona yang berbahaya ini.

“Wallahua’lam!” seru Ahmad Fikri.

Melalui media ini, Ahmad Fikri meminta kepada Majlis Ulama Indonesia Kab. Kampar agar segera bersikap memberi pemahaman kepada seluruh warga masyarakat bahwa pandemi ini bukan aib, dan menggerakkan tokoh-tokoh agama untuk memberi penjelasan yang baik dan benar mengenai wabah ini.

“Orang sakit, orang yang meninggal, merupakan tanggung jawab kita yang masih sehat untuk membantu. Mari kita saling peduli dan menjaga serta sabar menghadapi wabah ini,” kata Ahmad Fikri. (red)

 

Tonton video peduli tenaga kesehatan

News Feed