by

Sopir Ambulan Pegawai Panutan dan Berintegritas

"Saya hanya ingin menjalankan
 amanah yang Allah berikan
 dengan sebaik-baiknya," kata Ruslan.

IHWAL.CO, Bangkinang – Dalam tragedi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal di tempat, tidak sedikit organ tubuh mereka yang tidak lagi utuh. Lalu, di bekas tempat tubuh korban tergeletak di tempat kejadian perkara (TKP) itu, kita hanya melihat gundukan pasir yang sepertinya sengaja ditaburkan. Pernahkah kita bertanya atau mengetahui siapa yang membersihkan TKP dan menaburkan pasir itu?

Salah satunya adalah Ruslan. Lelaki kelahiran Tambang, 25 Agustus 1967 ini bekerja sebagai sopir ambulan sejak tahun 2002 di Dinas Kesehatan Kab. Kampar. Ia meyakini bahwa kewajibannya sebagai sopir ambulan bukan sekadar menjemput korban di TKP dan mengantarkan ke rumah sakit.

Senin (6/4) siang, www.ihwal.co menemui Ruslan di halaman parkir Dinas Kesehatan Kab. Kampar, di saat sedang berlangsungnya rapat satuan gugus tugas penanganan Covid-19 Kab. Kampar, yang dipimpin oleh Bupati Kampar.

Kepada www.ihwal.co, Ruslan mengaku tidak pernah merasa gentar atau pun jijik saat membersihkan organ-organ tubuh korban yang berceceran di TKP. Ia melakukan hal tersebut semata-mata karena meyakini itu adalah tugas yang harus ia lakukan. Dan ia melakukannya dengan sangat menditail sehingga tak ada lagi organ tubuh korban yang tersisa di TKP.

Ruslan masih ingat pada mula ia bertugas. Dalam tiga bulan, secara beruntun terjadi kecelakaan maut dengan korban orang gila yang tertabrak di jalan. Tubuh korban hancur. Ruslan membersihkannya hingga tidak bersisa dan mengantarkannya ke rumah sakit.

Menurut Ruslan, bagian yang paling sulit untuk dibersihkan adalah isi kepala karena lembek dan lengket di aspal. Sekali lagi, demi tugas yang ia emban, Ruslan mengikis tumpahan isi kepala korban di aspal hingga benar-benar bersih.

Setelah bertugas selama 18 tahun, Ruslan mengaku tidak pernah mengalami kejadian-kejadian mistis setelah ia menyelesaikan tugasnya membersihkan TKP. Setelah membersihkan darah korban yang melekat di tangannya, tugasnya selesai dan tidak pernah membayangkan akan ada peristiwa-peristiwa mistis yang menyusul.

Saat ditanya kenapa ia mau melakukan hal tersebut, Ruslan dengan teguh mengatakan bahwa, “pekerjaan saya adalah amanah dari Allah.”

“Saya hanya ingin menjalankan amanah yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya,” kata Ruslan.

Pegawai panutan

Tahun 2017, ketika Bupati Kampar (saat itu almarhum Azis Zaenal) menyerahkan hibah ambulan untuk desa di Kab. Kampar, bupati memanggil Ruslan untuk maju ke tengah lapangan tempat berlangsungnya acara.

Kepada seluruh pihak yang hadir, Bupati Kampar saat itu menyampaikan bahwa Ruslan adalah sosok pegawai yang harus dijadikan panutan. Bupati Kampar saat itu, dalam penyampaiannya mengatakan pernah melihat Ruslan melakukan pekerjaannya membersihkan TKP.

Kepada para kepala desa yang menerima hibah ambulan dari Pemerintah Daerah Kab. Kampar, Bupati Kampar saat itu berpesan agar menetapkan sopir ambulan yang berintegritas dalam menjalankan kewajibannya seperti yang ada pada sosok Ruslan.

Ruslan adalah sosok yang berintegritas. Tugasnya memberi manfaat besar bagi khalayak ramai. Andai, tidak ada sosok seperti Ruslan yang berani membersihkan TKP kecelakaan maut sehingga ada organ-organ yang tertinggal di TKP, kita akan mendapati bau menyengat di sepanjang jalan yang kita lewati.

Di tengah wabah virus corona saat ini, sosok-sosok berintegritas seperti yang ada pada diri Ruslan banyak kita lihat juga melekat pada tenaga kesehatan yang berada di garda depan pencegahan Covid-19. Mereka dengan ikhlas menyerahkan diri sepenuhnya untuk berhadapan dengan para pasien yang terinfeksi Covid-19.

Integritas yang ditunjukkan para tenaga kesehatan ini sepatutnya menjadi panutan bagi para pemangku kebijakan pada instansi-instansi pemerintah lainnya. Pada saat berjangkitnya wabah seperti ini, bila para pemangku kebijakan itu mau melakukan tindakan terpuji dengan menghilangkan ego sektoral, lalu mereka menggelontorkan anggaran yang ada pada instansi masing-masing dengan memangkas anggaran-anggaran yang tidak penting untuk dialihkan dan dipergunakan semaksimal mungkin dalam penanganan Covid-19, betapa terpujinya mereka. (red)

 

News Feed