by

Bersama Petani Serai Wangi, ASKA Menanam “Harapan” di Tengah Pandemi

IHWAL.CO, Bangkinang – Ekspor minyak atsiri Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian tahun 2017, ekspor minyak atsiri Indonesia mengalami peningkatan rata-rata 14% pertahun.

Atas kajian potensi pasar dan ketersediaan lahan serta kemudahan dalam pembudidayaan serai wangi sebagai salah satu penghasil minyak atsiri yang diminati di perdagangan dunia dan domestik, Asosiasi Serai Wangi Kab. Kampar (ASKA) terus melakukan pembinaan kepada petani serai wangi di Kab. Kampar sejak tahun 2019 lalu, demikian dijelaskan Ade Syaputra, SE, M.Si, Ketua Umum ASKA kepada www.ihwal.co di Bangkinang (1/4).

Hingga saat ini, kata Ade, lahan petani yang telah ditanami serai wangi mencapai 22,5 ha, dan akan terus bertambah.

“Proses penyiapan lahan, bibit dan penanaman sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu (2019, red),” kata Ade.

Meski saat ini perhatian setiap orang tertuju pada wabah virus corona, petani serai wangi Kab. Kampar bersama ASKA tak mau berputus asa.

Kata Ade, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, mengutip hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Ahmad, jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.

“ASKA akan terus menanam untuk masa depan,” jelas Ade.

Sementara itu, Zulhaidi, Ketua Harian ASKA, yang bertugas sebagai mentor sekaligus pengarah para petani serai wangi Kab. Kampar menuturkan wabah corona ini tidak menyurutkan semangat para petani untuk terus menanam.

Bahkan, dengan melakukan penanaman bibit serai wangi, tubuh tetap sehat, kata Zulhaidi.

“Apalagi lahan milik petani serai wangi jauh dari daerah-daerah yang masuk zona merah pandemi,” kata Zulhaidi.

Selain membina langsung petani, Asosiasi Serai Wangi Kab. Kampar juga  membina Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) di Kab. Kampar untuk berbudidaya serai wangi. Ada lima Bumdesa yang saat ini di bawah pembinaan ASKA.

“Berbudidaya serai wangi di tengah pandemi ini seperti menanam dan memupuk harapan untuk masa depan. Kita tidak boleh berputus asa dan harus selalu berdoa pandemi ini segera berakhir,” kata Zulhaidi.

News Feed