by

4 Syarat Ajukan Keringanan Kredit Akibat Corona

IHWAL.CO (Sumber Tempo.co), Jakarta – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menawarkan sejumlah keringanan kredit kepada nasabah yang terimbas perekonomiannya akibat virus Corona atau Covid-19.

Kebijakan pelonggaran kredit ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan skema relaksasi industri keuangan yang telah diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No.11/POJK.03/2020 dalam menekan dampak penyebaran virus Corna terhadap perekonomian.

Ketua APPI Suwandi Wiranto menyebutkan, restrukturisasi yang ditawarkan meliputi perpanjangan jangka waktu kredit atau penundaan sebagian pembayaran. Namun tak tertutup kemungkinan ada jenis keringanan lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan atau leasing.

Setidaknya ada empat syarat yang harus dipenuhi calon debitor agar bisa disetujui permohonan keringanan kreditnya oleh perusahaan leasing. Keempat syarat itu adalah:

1. Nilai pembiayaan yang diajukan pelonggaran di bawah Rp 10 miliar.

2. Debitor merupakan pekerja sektor informal atau pengusaha UMKM

3. Nasabah tidak memiliki tunggakan sebelum 2 Maret 2020 atau pada saat Pemerintah RI mengumumkan virus corona di Indonesia.

4. Debitor adalah pemegang unit kendaraan atau jaminan, dan juga kriteria lain yang ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan.

Wiratno menyatakan nasabah sudah dapat mengajukan restrukturisasi atau keringanan kredit per hari ini, Senin, 30 Maret 2020. Pengajuan kelonggaran kredit bagi debitor yang perekonomiannya terdampak virus Corona ini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor perusahaan leasing.

Suwandi menyatakan, para debitor bisa langsung mengakses ke web perusahaan dan mengunduh dokumen resmi yang tersedia. Selanjutnya, nasabah mengembalikan formulir yang sudah terisi melalui email.

“Sehingga tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada website resmi atau melalui call center perusahaan pembiayaan,” kata Suwandi, seperti dikutip dari rilis, Ahad, 29 Maret 2020.

Adapun status diterima atau ditolak atas relaksasi yang diajukan oleh perusahaan pembiayaan akan terlihat dalam jawab email. “Program keringanan kredit ini hanya dapat disetujui, apabila jaminan kendaraan atau jaminan lainnya masih dalam penguasaan sesuai perjanjian pembiayaan,” kata Siswandi.

Suwandi mengharapkan nasabah yang telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit agar menjaga komitmen dengan patuh melakukan pembayaran sesuai perjanjian restrukturisasi yang telah disepakati bersama.

Pihaknya mengimbau para nasabah agar selalu mengikuti informasi resmi dari perusahaan pembiayaan, serta tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, serta melaporkan kepada perusahaan pembiayaan apabila terdapat debt collector yang melakukan tindakan tidak sesuai ketentuan.

News Feed